Nih bagi yang gk tau bagaimana dalam BOSCHA dan mengenai boscha tgal liat...
BOSCHA
Pada permulaan abad ke-20, para
astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang terikat satu sama lain membentuk
sistem galaksi. Keinginan untuk meneliti dan memahami struktur galaksi tersebut
mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi Selatan karena
sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara,
terutama di Eropa dan Amerika Utara.
Ide pembangunan observatorium di
Hindia Belanda dikemukakan oleh insinyur-astronom kelahiran Madiun, Joan George Erardus Gijsbertus Voûte. Beliau melihat bahwa penelitian astronomi terhambat karena
kurangnya jumlah observatorium dan pengamat di Belahan Bumi Selatan. Pada
awalnya, Voûte meneliti di Cape Observatory, Afrika Selatan, namun kurangnya
dukungan pemerintah setempat membuat Voûte kembali ke Batavia, Hindia Belanda.
Voûte berusaha mempengaruhi beberapa astronom di Belanda untuk membangun
Observatorium di Hindia Belanda. Persahabatan antara Voûte dengan pengusaha
kaya Karel
Albert Rudolf Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven semakin memperkuat dukungan terhadap pembangunan
Observatorium.[2]
Pembiayaan
Bosscha mengumpulkan pengusaha dan
orang-orang terpelajar untuk membentuk organisasi Nederlandsch-Indische
Sterrenkundige Vereeniging (NISV—Perkumpulan Astronom Hindia Belanda) untuk
menyalurkan uang bagi pembangunan observatorium. Hingga tahun 1928,
diperkirakan organisasi ini mampu menyumbangkan 1 juta Gulden untuk dana
pendirian dan operasional harian observatorium. Sebidang tanah di Lembang telah
disumbangkan oleh Ursone bersaudara,
pengusaha pemerahan sapi Baroe Adjak, dan hak kepemilikan tanahnya telah
diserahkan kepada NISV.
Bosscha dan Voûte kemudian memberikan mandat
kepada Observatorium Leiden untuk mengawasi pembelian instrumen untuk
observatorium. Bosscha meminta saran kepada direktur Observatorium Leiden, Ejnar Hertzsprung, mengenai pengadaan teleskop dan juga mengenai sistem
pikul teleskop. Ia berharap untuk dapat memanfaatkan jatuhnya nilai tukar Mark Jerman pasca Perang Dunia I agar dapat memperoleh teleskop Jerman
berkualitas baik dengan harga murah. Pada awal tahun 1921, Bosscha bersedia
membayar sebuah teleskop dengan garis tengah 60 cm dan panjang fokus 10 meter.
Teleskop ini kemudian dipesan dari perusahaan optik ternama Jerman, Carl Zeiss Jena. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar